Sejarah Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Penulis:
Prof. Dr. H.M. Hasballah Thaib, MA
Dr. KRT. Hardi Mulyono K. Surbakti
Dr. Shafwan Hadi Umry, M.Hum
Syafrial Pasha, S.S.
Sejarah tidak sekadar catatan tentang masa lalu; ia adalah jendela yang menyingkap perjalanan nilai, cita-cita, dan pengabdian manusia dalam waktu dan tempat tertentu. Bagi Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah, sejarah ini lebih dari sekadar catatan kelembagaan, ia adalah narasi kolektif perjuangan intelektual dan sosial umat Islam di Sumatra Utara. Identitas universitas ini teranyam erat dengan akar spiritual dan moral yang ditanam oleh Al-Washliyah, organisasi Islam tertua dan terbesar di provinsi ini, yang telah menjadi benteng pendidikan, dakwah, dan penguatan karakter umat sejak awal abad ke-20. Gagasan mendirikan lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan Al- Washliyah lahir dari kesadaran para ulama dan cendekiawan akan pentingnya menguatkan posisi umat Islam dalam ranah ilmu pengetahuan dan peradaban. Di tengah dinamika sosial dan politik Sumatra Utara, mereka melihat perlunya institusi yang mampu menjembatani tradisi keagamaan dengan tuntutan modernitas. Dari semangat inilah lahir Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas Al-Washliyah (UNIVA) Sumatra Utara, yang kemudian menjadi fondasi lahirnya lembaga pendidikan tinggi yang lebih mandiri. Seiring perjalanan waktu, FKIP bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Washliyah, lalu Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Al-Washliyah, sebelum akhirnya menjadi Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah. Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama atau status formal, melainkan metamorfosis ideologis, akademik, dan kelembagaan yang mencerminkan dinamika zaman. Setiap tahap perkembangan universitas menandai dialog terus-menerus antara tradisi dan modernitas, antara ilmu agama dan ilmu umum, serta antara idealisme perjuangan umat dan profesionalisme akademik. Menuliskan sejarah UMN Al-Washliyah berarti menghidupkan kembali kisah ketekunan, pengorbanan, dan visi pendidikan yang berpijak pada nilai washliyahiyyah nilai yang menautkan ilmu, amal, dan akhlak. Narasi ini tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga menegaskan filosofi pendidikan yang menjadi panduan hidup civitas akademika. Setiap program, kebijakan, dan inovasi seharusnya menjadi cerminan nilai-nilai yang telah diwariskan pendiri, sehingga generasi penerus dapat menapaki masa depan tanpa kehilangan identitas. Penulisan sejarah ini juga memiliki fungsi strategis bagi masa kini. Ia menjadi alat refleksi bagi generasi penerus untuk memahami akar dan cita-cita pendirian universitas; menjadi pedoman agar setiap inovasi tetap selaras dengan nilai-nilai asli; serta memperkuat pijakan universitas dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi modern, globalisasi ilmu pengetahuan, dan transformasi digital. Dengan memahami sejarahnya, UMN Al-Washliyah bukan sekadar menjaga warisan spiritual dan intelektual, tetapi juga menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang adaptif, inspiratif, dan berkelanjutan bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.
